Senin, 24 Desember 2012

Cintaku Bersemi di kota Bali (Part 2)


Bel tanda pulanng sekolah pun berdering nyaring. Siswa- siswa pun bergegas pulang. “Shillaaaaaa, tunggu” kata Reza. “Hay, ada apa Rez?” jawab Shilla “Gue mau nganterin elo pulang. Elo mau gak Shill ?” “Waduhhh, gimana yaa? Aku udah dijemput sama sopir aku. Lain kali aja yaa ?” jawab Shilla. “Oh, ok deh gak apa-apa. Hati-hati di jalan yaa Shill sampe ketemu besok,” ucap Reza. Setiba dari sekolah, Shilla pun langsung masuk ke kamarnya. ‘Ternyata apa yang aku takutkan tidak menjadi kenyataan. Teman-teman baru menyapaku dengan ramah apalagi Reza sama Anisa. Dia akrab banget sama aku,’ batin Shilla. Malam harinya, Shilla dan keluarga berkumpul di ruang makan sambil menikmati hidangan makan malam. “Gimana Shilla dengan sekolah baru nya ?” Tanya papa nya. “Ya gitu deh, pa. Temen-temennya baik kok. Gak kayak apa yang Shilla kira,” “Syukur deh kalau Shilla seneng. Tapi Shilla harus tetep semangat yaa tunjukkan prestasi Shilla,” kata papa. “Siaaaaaaaaap, papa” jawab Shilla.
2 Minggu semenjak kedatangan Shilla di sekolah baru nya pun berlalu. Dan siswa siswi kelas X pun berencana untuk camping. Tempatnya di lapangan, di tepi sebuah hutan lindung kecil. Hutan lindung itu terletak di Desa Luwus, Baturiti, Tabanan, Bali. Tentu saja tidak ada hewan buas disitu. Ada sungai kecil yang berair jernih mengalir melewati lapangan itu. Hawanya sangat segar dan sejuk. Dari sekolah menuju lapangan itu, mereka pergi menggunakan truck berukuran sedang. Setiba di lapangan, siswa-siswi itu pun mendirikan beberapa tenda. Tenda anak laki-laki terletak di pinggir sungai. Tenda anak perempuan, agak ke tengah. Di dekat tepi sungai, terdapat sebuah batu datar yang cukup besar. Siswa-siswi menggunakannya sebagai tempat bertumpu saat melompat ke sungai. Setelah 1 hari mereka berkemah disitu, mereka melakukan penjelajahan di sekitar hutan lindung kecil itu. Dari beberapa siswa-siswi dibagi menjadi beberapa grup. Dan Shilla pun mendapat grup bersama Anisa, Kinan, Rani, Reza, dan Dicky. Semenjak melakukan perjalanan penjelajahan Reza dan Shilla selalu bersama-sama. Dan di situlah Shilla mulai merasakan jatuh cinta sama Reza. “Shill, elo masih inget fak? Waktu elo, gue tawarin pulang bareng sama gue,” Tanya Reza. “Masih kok Rez, ada apa emang?” jawab Shilla “Waktu itu gue mau nyatain perasaan gue tapi gagal, dan sekarang gue mau nyatain perasaan gue lagi. Dengerin gue baik-baik yaaa, Shill” minta Reza
Kau sang penyebar semangat sepanas api abadi
Mengembalikan jejak kehidupan di raga yang hampir mati
Kau tiga aksara yang mampu menampung semesta
Satu sosok tak sempurna yang begitu sempurna
Kau imajinasi yang tak terjangkau logika
Dan biologi hanya kata tanpa arti, kau tak terdefinisi,
kau merah aku biru, kita melebur menjadi ungu, aku mencintaimu…
Dan apakah kau juga mencintaiku?

Cintaku Bersemi di kota Bali (Part 1)


Jarum weker di meja belajar Ashilla sudah menunjukkan pukul enam pagi. Namun, gadis remaja berambut panjang itu tetap asyik meringkuk di balik selimutnya yang hangat. Padahal, hari ini adalah hari pertama Shilla kembali masuk sekolah, setelah dia pindah dari Bandung. Hari ini Shilla tak punya semangat untuk pergi ke sekolah barunya itu. Mamanya sudah bolak-balik membangunkannya, namun Shilla tidak menghiraukannya. “ Shillaaaaaaa, ayo bangun.Sudah semakin siang tuh. Nanti kamu terlambat ke sekolah,” kata mama untuk sekian kalinya. “Enggak mau, Shilla enggak mau bangun sebelum mama dan papa mengabulkan permintaan Shilla.” Mama menarik napas berat, kepalanya menggeleng-geleng pelan, lalu meninggalkan Shilla.Tak lama kemudian, mama kembali bersama papa yang sudah rapi dengan pakaian kantornya. “Shilla, apa yang kamu minta?  Sehingga Shilla mau pergi ke sekolah,” kata papa lembut. “Shilla mau balik ke Bandung aja, Pa. Shilla gak mau sekolah disini, Shilla gak mau tinggal di Bali,” Papa dan mama tercenung mendengar kata-kata Shilla. “Shilla, kamu harus mau berangkat sekolah. Disana kamu pasti juga akan menemukan cinta sejati kamu di sekolah baru. Anak papa ini kan udah ABG, pasti merasakan dong jatuh cinta sama cowok,” ujar papa meledek sambil membelai-belai rambut Shilla. “Iya deh iya Shilla mau berangkat sekolah.Tapi mama dan papa harus janji sama Shilla.Nanti kalau liburan tiba, kita liburannya di Bandung. Shilla gak mau liburan kemana-mana selain liburan di Bandung,” kata Shilla. “Iya Shilla, mama dan papa janji sama kamu,”
Setelah selesai mandi dan sarapan Shilla pun berangkat sekolah dengan diantar oleh papanya. “Anak-anak, kita punya teman baru,” kata Bu Risa saat memasuki kelas pagi itu. Ia menggandeng seorang anak perempuan cantik.Rambutnya panjang dan lurus. Spontan anak-anak kelas X yang tadinya rebut bukan main, menjadi diam. Mereka kembali duduk di bangkunya masing-masing. “Suitttt…Suitttt….” Komentar Reza. “Wah…cantik !” komentar beberapa anak lain. “Sudah punya pacar belum, yaaa ?!” celetuk Raka yang paling jago main basket di SMA 1 Bali. Teman-temannya tertawa. “Kenalan dulu yaa, bu?!,” pinta Dicky. Namanya Ashilla, biasa dipanggil Shilla. Dan Shilla pindahan dari Bandung. Sekarang kita lanjutkan saja pelajarannya. Nah, Shilla sekarang kamu boleh duduk di sebelah Anisa,” ujar Bu Risa. Shilla berjalan kebangkunya. Saat istirahat, Shilla dikerebuti teman-temannya. “Disini kamu tinggal dengan siapa ? “ Tanya Dicky ingin tau “Dengan mama,papa, dan 1 adikku,” jawab Shilla pendek. “Kalau boleh tau kamu sudah punya pacar belum, yaa?” Tanya Reza penasaran “Rahasiaaaaa,” jawab Shilla. Oh iya perlu diketahui kalau sehari semanjak Shilla dating di sekolah itu, semua siswa mengelok-elokkan kecantikkannya. Bahkan kabarnya Shilla mirip dengan Yoona, salah satu personil SNSD. “Bismaaaa….,” teriak Reza sembari mengejar Bisma yang berjalan jauh di depannya. “Ada apa, Rez?” kata Bisma. “ Elo udah ketemu sama siswa baru di kelas gue yang heboh di gosipin sama temen-temen belum?” “Belum,” jawab Bisma datar. “Dia cantik bangeeet lhoo, gue kayaknya jatuh cinta sama dia,” kata Reza. “Iya udah, kalau elo emang jatuh cinta sama dia nyatin dong perasaan elo ke dia,” usul Bisma

Jumat, 14 Desember 2012

Bisakah aku bertemu denganmu nanti ?



Matahari Pagi Menyinari Bumi
Berat Mataku Mengawali hari
Beban dan tugas siap menanti
Tapi ketika kuingat senyummu, Jiwaku kembali berseri

Terik siang hari yang menyengat
Di tambah kegiatanku yang sangat padat
Membuat kepala menjadi penat
Tapi ketika kuingat senyummu, Jiwaku kembali bersemangat

Kurasakan malam dalam kegelapan
Dalam ruangan ku terpaku sendirian
Akankah esok sesuai harapan ?
Tapi ketika kuingat senyummu, Jiwaku mendapatkan kedamaian

Pagi, siang, malam begitu ku lewati hari.
Perjalanan yang lelah mencari makna dan arti
Andai kenyataan itu berawal dari mimpi...
Bisakah aku bertemu denganmu nanti ?

Kau adalah penyemangat hidupku
Kau adalah motivasiku
Kau adalah insiprasiku

Ku tak melihat dari sisi sempurnamu,
Tak perduli kelemahanmu, yang ada aku sayang karna hatimu
You are the person that makes me excited about life and you are my motivation 

Rabu, 12 Desember 2012

"Persahabatan adalah suatu ikatan yg sangat kuat dan gak akan pernah terputus oleh apapun juga"


"SAHABAT ITU ADA DIHATI, MESKIPUN SUATU SAAT KITA TIDAK AKAN BERSAMA LAGI, TAPI PERSAHABATAN ITU TIDAK AKAN PERNAH MATI”
Jangan hianati dia! karena dialah yang selalu ada sebagai penggantimu, karena dia sahabatmu!

Teman sanggup merampas orang yang kau cintai
Tapi sahabat akan menjadi mata-mata menjaga orang yang kau cintai
Teman akan memberi mu senyuman
Tapi sahabat memberi mu kebahagiaan
Teman akan memberi mu setangkai mawar
Tapi sahabat memberi mu setangkai melati.

Jadikan kenangan manis sebagai teman bagimu... dan... Lepaskan kenangan pahit yang menyelubungimu... Sakit karena cinta memang sulit tuk diobati... Tapi jangan karna sakit itu... Kita melupakan cinta yang lain... Cinta yang lebih tulus... yang kan menemani hari - harimu... Dengan langkah yang baru...

Sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau subur dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendiamanmu. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa memerlukan kedamaian.

Sahabat tak obahnya atmosfher
Yang melindungi semua makhluk di bumi
Dengan meredam sebuah energi besar
Menjadi sumber dari segala kehidupan

Sesuatu yg sulit ketika kamu harus tersenyum, hanya karena kamu tak ingin menjelaskan pada orang lain mengapa kamu bersedih.

Kita tdk bs membuat orang lain bertumbuh dewasa, krn 'menjadi dewasa' adl pilihan, bkn paksaan.
Jangan menilai seseorang hanya dari apa yg dia lakukan, karena kamu juga harus tahu alasan mengapa dia melakukan.

Terkadang, Tuhan memberikan cobaan yg berat kepadamu, karena Dia percaya pada kemampuanmu melebihi kamu percaya dirimu sendiri.

Mereka yg kaya bukanlah mereka yg mampu membeli segalanya, tapi mereka yg mempunyai sesuatu yg tak mampu dibeli dengan apapun.

Jika kamu merasa selalu salah, jangan menyerah. Tetapi teliti kembali apa yg telah kamu lakukan, karena pasti caramu ada yg salah.

Jangan banggakan apa yang kamu punya. Banggakan bagaimana caramu mendapatkan apa yang kamu punya. Lakukan apapun yang kamu suka. Karena kamu tak akan merasa terpaksa pun jika kamu gagal tak akan merasa kecewa.

Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama – menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, jangan kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan – seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan keudara – hanya menangkap kekosongan semata.

Sukses pasti datang pd mereka yg msh mencoba meski pernah berbuat salah. Mereka yg tak pernah menyerah, karena semangat masih ada.

Terkadang, yg diinginkan sebenarnya tak dibutuhkan, sedangkan yg dibutuhkan tak bisa dimiliki. Tapi Tuhan, tahu apa yg terbaik.

Kau adalah sahabatku teman pelipur laraku Bersamamu aku bisa berbagi cerita indah Cerita tentang kegagalanku Dan denganmu pula aku bisa tuangkan segala keluh kesahku Sahabat… 

Saat kau sedih aku menangis Saat kau terluka hatiku tercabik Saat kau gundah aku selalu resah Sahabat. . . 

Jangan kau anggap aku orang lain A...ku adalah dirimu Aku adalah saudaramu Aku siap korbankan jiwaku agar kekal persahabatan kita

Teman itu seperti bintang Tak selalu nampak Tapi selalu ada dihati… Sahabat akan selalu menghampiri ketika seluruh dunia menjauh Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata Saat tangan terluka, mata menangis Saat mata menangis, tangan menghapusnya

Teman akan menikam mu dari belakang
Tapi sahabat akan menampar mu dari depan

Teman akan menceritakan mu yang tidak benar tentang diri mu
Tapi sahabat akan tutup mulut dengan kesalahan mu

Teman hanya menerima kelebihan mu
Tapi sahabat akan menerima kekurangan mu

1000 teman datang saat kamu tertawa
Tapi seorang sahabat akan datang saat kamu berderai air mata.

Jumat, 22 Juni 2012


SINOPSIS ARTI SAHABAT EPISODE 14, Kamis, 24 Juni 2010
Ajeng pun memeluk boneka dari Nakula, itu artinya menerimanya? Ajeng senyum-senyum kecil ketika seluruh orang di tempat itu bersorak sorai karena menerima cinta Nakula. Yudha yang berada di barisan belakang murid-murid yang berkerumun tidak terima. Dia pun langsung pergi dari tempat itu.
Setelah itu, para kru Bilang Cinta Dong menghampiri Fathir, mereka ingin mewawancarai Fathir karena Fathir adalah ketua OSIS (Bukannya Yudha?). Tapi Fathir memanfaatkan kesempatan itu untuk minta maaf sama Vita, soal Fathir sudah marah-marah sama Vita padahal Fathir sendiri salah paham. Dia pikir Vita sengaja menjebaknya tentang kejadian di perpustakaan beberapa hari lalu.
Di kamar Vita, kebetulan Vita pun menyalakan televisinya (Lah? Bukannya belum pulang?). Vita langsung terkejut ketika Fathir minta maaf padanya di televisi. Vita langsung beringsut mendekati tvnya yang cukup besar itu, dan memegang layarnya. “Loe bikin gue makin cinta ama loe, gimana mungkin sih gue benci ama loe?” gumam Vita seraya menatapi layar tv.
Sementara itu, Yudha masih kesal dengan kejadian Ajeng menerima cinta Nakula. Sambil stress dia bermain bola basket di lapangan basket sekolah, tapi bolanya gak masuk-masuk. (keren banget sih Yudha pas stress… kalau aku sih ngilangin stress sambil lari *siapa yang nanya?*). Bolanya pun menggelinding ke arah seseorang, yang tidak lain adalah Ajeng. Ajeng pun mengambil bolanya.
“Yudha…” sahut Ajeng. Tapi kayaknya Yudha masih kesal, hingga akhirnya Ajengpun menjelaskan kalau sebenarnya dia itu tidak menerima cinta Nakula. Dia cuma gak mau Nakula dipermalukan orang banyak, jadi ketika para kru dan anak-anak pergi Ajeng bicara ke Nakula kalau Ajeng gak bisa menerima cinta Nakula karena sudah ada orang yang dia suka. Yudha langsung sumringah, dia tahu kalau yang dimaksud Ajeng adalah dirinya.
“Selamat, ya. Gue juga udah punya orang yang gue suka,” kata Yudha. Mereka pun saling tatap-tatapan. Tiba-tiba ketika itu para kru malah datang, mereka bingung kenapa cewek yang ditembak Nakula malah sama Yudha. Akhirnya Yudha bilang kalau tadi itu cuma nembak bohong-bohongan, soalnya Ajeng itu cewek stress dan Nakula kasihan sama Ajeng. Yudha langsung pergi sementara Ajeng dikelilingi oleh para kru yang meminta penjelasan, Ajeng bilang kalau Yudha Cuma fitnah aja. LOL. Big Grin
Ajeng mencoba lari dari kejaran kru, tapi di koridor sekolah dia malah menabrak Nakula. Ajeng langsung tidak nyaman, dia menaruh rambutnya ke belakang telinga. Sementara Nakula memegang tangan Ajeng, seraya memohon untuk memberinya kesempatan terakhir. Tapi Ajeng tetap menolaknya, karena Ajeng tidak ingin membohongi dirinya sendiri.
Di perkarangan sekolah Fathir bicara pada dirinya sendiri, dia takut kalau minta maafnya pada Vita tadi membuat Angel, pacarnya marah. Secara, Angel adalah musuh besar Vita dan Angel juga cemburuan banget. Ketika itu, Angel muncul dan Fathir tersentak. Ia mencoba menjelaskan kejadian tadi tapi Angel langsung memotong pembicaraannya dan bilang kalau Fathir itu gentle-man banget, karena sudah berani minta maaf di depan umum. Angel juga bilang kalau dia merasa dirinya sangat beruntung, karena diantara ratusan anak sekolah, Fathir memilih dirinya sebagai pacar.
Dalam hati Fathir, dia menyesal kenapa dia gak suka sama Angel. Tapi malah jatuh cinta sama orang yang seharusnya dia benci.
Siang harinya, di kantor Vita (dia juga kerja satu kantor sama Fathir), Vita bicara sendiri, dia bingung bagaimana menghadapi Fathir ketika Fathir datang nanti. Harus jual mahal atau enggak? Tidak lama kemudian, Fathir pun datang. Vita langsung bersiap ketika Fathir mendekatinya.
“Vita!”
“Gue udah tahu kok kamu mau ngomong apa!” kata Vita.
“Oh, bagus deh. Kalau gitu loe cepet ngopi proposal ini!” suruh Fathir seraya memberikan sebuah proposal pada Vita. Vita kaget, dia pikir kalau Fathir mau minta maaf padanya, eh, malah balik lagi jadi jutek.
Malam harinya, Angel sedang berada di rumah Fathir. Dia sedang menjaga Abel yang sedang sakit. Abel terbaring di atas kasur. Suara petir terdengar dari balik jendela, dan Abel langsung memeluk bonekanya erat-erat. Abel bilang kalau dia tidak akan kesepian kalau Angel harus meninggalkannya, karena ada boneka kesayangannya di sampingnya. Abel bilang dia sayang banget sama yang ngasih boneka (Vita). Dalam hati, Angel berpikir kalau Fathir itu kakak yang sangat baik, karena memberikan boneka itu pada Abel.
Tiba-tiba Abel batuk-batuk. Angel khawatir, sementara obat Abel semuanya habis. Angel pun memutuskan untuk pergi mencari obat. Walau dia harus hujan-hujanan.
Fathir dan Vita berteduh di bawah halte sepulang kerja, Vita bilang kalau Fathir sekarang pasti lagi mikirin Abel. Tapi Fathir tetap jutek. Vita mulai capek.
“Loe menerima maaf dia, gak?”
“Ya.., iyalah…” kata Vita.
“Bilang kek dari tadi! Cewek blo’on!” seru Fathir.
Tidak lama kemudian, taksi datang dari arah kira. Secara spontan Vita memberhentikannya. Sebelum masuk ke taksi dia bicara pada Fathir.
“Tadinya gue mau ngajakin loe pulang, tapi gue gak jadi. Loe nunggu aja disini sampai hujan reda. Sampai loe jadi blo’on!” seru Vita lalu masuk ke Taksi. Taksi pun melesat di jalan raya meninggalkan Fathir sendirian di halte.
“Gue terpaksa jutek sama loe, Vit! Gue takut perasaan gue berubah ke loe!” ucap Fathir setelah Vita pergi.
Sementara di dalam taksi, Vita bicara sendiri. “Kenapa sih susah banget suka sama loe, Fathir?”
Angel ikut berteduh di dekat halte tempat Fathir berteduh juga. Cuma mereka tidak saling bertemu. Fathir pun keburu pergi dari halte. Di bawah hujan, “Kenapa sih gue harus cinta ma Loe, Vit? Gw tau kita gak mungkin bersatu.” Teriak Fathir.
Sementara Angel juga bicara sendiri, (kebanyakan bicara sendiri nih. Maksudnya dalam hati kali, ya?) kalau dia harus segera ngasih obat ke Abel. Tidak lama kemudian, taksi pun datang dan Angel langsung memberhentikannya, lalu naik menuju rumah Fathir.
Ketika tiba di rumah, dengan baju masih basah kuyup, Fathir masuk ke kamar Abel dan mencium kening adik perempuannya itu. Dia lalu mendapati obat-obatan dan roti di meja dekat kasur Abel, dia juga melihat Abel memeluk boneka yang diberikan Vita untuk Fathir. Akhirnya, Fathir pikir Vita lah yang telah memberikan obat-obatan dan roti tersebut. “Gw makin gak bisa mengendalikan perasaan gw sama loe,” batinnya.
Di rumah Angel, Angel batuk-batuk. Sepertinya ia sakit. Sambil mengusap-ngusap handuk ke rambut yang basah, Angel bergumam tidak apa-apa kalau sakit, asal bisa makin dekat dengan Fathir (kalau Vita mah malah gak ingin Fathir tahu kalau dia dah berbuat baik ke Abel).
Keesokan harinya di sekolah, Fathir bingung dia berterimakasih pada Vita atau tidak. Soalnya, dia kan lagi berusaha jutek sama Vita. Tiba-tiba, Vita datang dari arah berlawanan, Vita berjalan mendekat ke arah Fathir, dan mereka saling tatap-tatapan. Tapi Vita langsung membuang pandangannya ke arah lain.
Angel muncul di belakang Fathir, dia tersenyum-senyum sendiri dan berharap Fathir akan berterima kasih padanya. Dia pun menghampiri Fathir.
“Tumben datang pagi-pagi!” seru Angel.
“Iya, gue kantor OSIS dulu, ya,” kata Fathir langsung meninggalkan Angel. Angel kecewa sekaligus heran, kenapa Fathir tidak berterimakasih kepadanya?
Di koridor sekolah, Ajeng bergumam, kalau sebentar lagi lomba Karya Ilmiah. Dia deg-degan. Yudha datang dari arah berlawanan, dia menghampiri Ajeng tapi tidak bicara apa-apa kepadanya. Sebenarnya dia sedang memasukkan sebuah amplop ke dalam tas Ajeng, hanya saja Ajengnya tidak sadar. Yudha pergi setelah itu, dia berdiri di belakang Ajeng yang memunggunginya. Ajeng heran, seharusnya Yudha bicara apa kek kepadanya, karena Ajeng akan lomba karya Ilmiah. Tapi Yudha malah gak bicara apapun, Ajeng pikir jangan-jangan cewek yang Yudha sukai bukan dia. Ajeng pun langsung melangkah pergi.
Di dalam kelas, Yudha bergumam kalau dia harus datang ke lomba KIR Ajeng. Sementara dia terjebak dalam mata pelajaran geografi. Dia pun punya akal dan melempar kertas ke arah Nakula. Nakula membacanya dan membisiki sesuatu ke Aldo. Tiba-tiba, Nakula menggebrak meja dan marah-marah ke Aldo. Dia berteriak kalau dia gak bermaksud merebut pacar Aldo. Aldo tidak kalah sengit. Seluruh mata di kelas teralihkan, terutama si guru geografi. Si guru pun langsung melerai Aldo dan Nakula, Yudha memanfaatkan kejadian itu untuk kabur dari kelas. Tapi sialnya, di luar kelas ada KepSek lagi menelepon. Yudha pun tidak jadi keluar kelas dan masuk lagi. Ia ingin keluar lewat jendela tapi tetap ketahuan KepSek.
Kala itu mentari bersinar, memanggang Yudha, Aldo, dan Nakula yang sedang lari-lari mengelilingi lapangan, karena dihukum KepSek. Aldo dan Nakula mengeluh ke bosnya, Sudah gagal, ketahuan pula! Mereka bertanya ada apa tapi Yudha tidak bisa menjelaskannya karena tidak ingin menghancurkan hati Nakula. Yudha cuma bisa mendukung dari jauh, sementara Ajeng, walau deg-degan, dia tetap harus bersemangat untuk lomba KIR ini.
Di saat yang bersamaan, Yudha dan Ajeng berseru, “SEMANGAT!” (Kompak terus nih… Hehe.)
Di perpustakaan, Angel sedang menulis sambil terbatuk-batuk. Fathir langsung menghampirinya dan bertanya ada apa? Angel bilang kalau dia sedang menulis catatan untuk Fathir, Angel mengerti kalau Fathir sibuk dengan OSIS jadi tidak sempat mencatat.
“Ya ampun, kamu mencatat sebanyak ini untuk gue?” tanya Fathir. Dia merasa kalau Angel itu baik banget, sementara dia malah tidak menyukainya. Angel lalu terbatuk-batuk lagi, dan Fathir kembali bertanya ada apa? Angel bilang kalau ini karena hujan-hujanan membeli obat untuk Abel. Fathir tersentak. Angel lalu bertanya kabar Abel, apakah Abel baik-baik saja?
Fathir masih terkejut karena ternyata yang membeli obat-obatan itu adalah Angel. Fathir pun memegang dagu Angel yang sedang duduk itu, dan bilang kalau Fathir akan beli obat. Intinya sih khawatir. Tidak lama kemudian, Angel datang dan dia mendehem ke arah mereka. Keduanya tersentak.
“Angel, kamu dipanggil Bu Amanda di Aula,” kata Vita. Lalu pergi.
Di tempat lomba KIR, Ajeng masih terus deg-degan. Cewek disampingnya langsung ngasih dia permen, dan bilang kalau makan permen itu bisa menghilangkan rasa gugup. Mereka pun berkenalan. Ajeng melihat penampilan cewek itu, kayaknya Vaness itu tajir banget. Vanessa, nama cewek itu, bilang kalau dia gugup sekali karena baru pulang dari Amerika. Secara, mata pelajaran di Amerika beda sama di Indonesia. Ajeng makin berdecak kagum, dan bilang kalau Vanessa itu pinter banget. Vanessa cuma tersenyum. Ajeng lalu bertanya Vanessa SMA dimana? Vanessa bilang, SMA Kartini. Kamu sendiri? Ajeng jawab kalau dia SMA di SMA 25. Vanessa terkejut ketika Ajeng bilang tentang SMA 25.
“Katanya kapten basket SMA 25 itu nyebelin banget, ya?” tanya Vanessa. Ajeng mengiyakan, kalau Yudha, si kapten basket emang nyebelin banget. Vanessa lalu minta alamat dan nomor ponsel Ajeng, Ajeng bilang sebentar seraya membuka tasnya. Eh, malah melihat amplop coklat. Karena penasaran, Ajeng membuka amplop surat tersebut. Isinya, foto Yudha lagi megang bola basket. Di bawahnya ada tulisan dari spidol: Kalau loe liat foto ini, loe pasti jadi semangat dan seneng lagi. (kira-kira gitu. Aduh, narsis amat…). Ajeng tersenyum, dan Vanessa bilang kalau dia sok-sokan banget. Ajeng mengiyakan.
Sementara, di Aula, Bu Vanessa bersama anak cheerleaders menyuruh anak-anak bikin proposal untuk acara PENSI. Karina menyarankan kalau mereka buat proposalnya di rumah Vita aja, soalnya bokapnya Vita lagi sering ke luar negeri. Vita menolak kalau membayangkan Angel menginap bersamanya, Angel juga. Mereka secara bersamaan protes ke Bu Amanda. Tapi Bu Amanda malah sangat setuju.
Ketika Ajeng lagi nunggu angkot untuk pulang dari lomba KIR, sebuah mobil berwarna silver dengan nomor polisi B1949UFA menepi di depannya. Kaca depan mobil itu dibuka, itu Vanessa. Dia menawarkan Ajeng pulang bersamanya, Ajeng bilang kalau dia senang punya teman baik kayak Vanessa. Ajeng pun masuk ke dalam mobil silver tersebut.
Di Rumah Vita, Angel bilang semoga proposal ini bisa cepat selesai biar mereka gak usah lagi nginep di rumah Vita. Vita juga bilang semoga proposalnya cepat selesai biar mereka gak usah lagi nginep di rumahnya. Kirana bilang mereka itu kayak anjing sama kucing aja berantem terus.
Tak lama kemudian, terdengar suara bel, Vita langsung menuju pintu untuk membukanya. Sementara Angel mulai batuk lagi dan ingin mengambil air minum dari dapur. Ketika Vita membuka pintu, ternyata itu Fathir yang ingin memberinya proposal yang harus diselesaikan. Mereka berdiri canggung-canggungan. Vita pikir Fathir tidak juga pergi karena tahu ada pacarnya disini. Angel melihat mereka berdua ketika hendak membuka kulkas, dan segera menghampiri mereka.
Karena Angel, Fathir pun tidak segera pulang. Ia terjebak diantara cewek-cewek. Sementara, Angel menghampiri Vita dan bertanya kepadanya, kenapa Vita tidak beritahu Angel kalau Fathir datang? Apa mungkin Vita sengaja? Vita bilang kehadiran Fathir itu gak ngaruh. Lagian rumah ini rumah Vita, jadi terserah Vita. Vita juga bilang kalau rumahnya bukan tempat pacaran. Angel bilang, dia bisa mengusir Fathir kapanpun dia mau.
Angel langsung menghampiri Fathir dan bilang sebaiknya Fathir pulang aja deh. Banyak cewek, gak enak. Fathir langsung menyambut baik, dia juga gak nyaman. Tapi Kirana menahan Fathir dan bilang kalau Angel masih sakit, Fathir harus merawat Angel.
Di rumah Ajeng, Vanessa dan Ajeng lagi ngobrol. Vanessa bilang kalau Ajeng pasti pintar masak. Ajeng bilang kalau rumahnya biasa aja. Tapi Vanessa bilang asalkan penghuninya penuh cinta, rumah ini lebih nyaman. Ajeng bilang kalau Vanessa itu perfect banget, Vanessa bilang kalau gak segitunya juga. Ajeng bilang kalau Vanessa itu beruntung banget, Vanessa bilang kalau dia tidak seberuntung itu. Tapi dia juga tidak ingin banyak mengeluh. Vanessa bilang bagaimana kalau Ajeng menginap di rumahnya aja, soalnya orang tuanya sedang pergi. Ajeng bilang dia harus minta izin tantenya dulu. Vanessa bilang dia bakal bantu.
Di rumah Vita, Angel dan Fathir duduk berdempetan. Mereka kerap diledekin sama cewek-cewek cheerleaders itu. Fathir lalu menyuapi obat ke Angel, ketika itu Vita datang dan memotret mereka. Fathir dan Angel tersentak kaget. Vita lalu bersorak kalau foto itu bakal dipajang di mading sebagai The Best Couple. Vita lalu pergi menjauh dan melihat foto itu sambil menangis, dia bergumam dalam hati kalau dia sudah capek dan ingin berdamai dengan keadaan (sedih…). Sad Sad Sad
Ajeng dan Vanessa menghampiri mobil Vanessa. Ajeng berkata gak nyangka tantenya mengizinkan dia nginep di rumah Vanessa. Mereka pun masuk mobil dan meninggalkan halaman. Setelah itu, Yudha datang dengan motornya. Dia mengetuk pintu berharap ketemu Ajeng tapi gak ada yang menyahut (emang tantenya Ajeng gak ada?). Yudha lalu menelpon Ajeng tapi ponsel Ajeng gak aktif (ponsel Yudha dah ganti. Hehe.).
Di rumah Vita, Marco datang memberikan sesuatu ke anak cheerleaders. Lalu ingin segera pergi tapi ditahan Fathir, Fathir bilang kalau dia ingin ditemenin soalnya disitu cewek semua. Marco awalnya gak mau tapi terus didesak Fathir.
Tidak lama kemudian, Vita bilang dia ngundang satu teman lagi. Dan Lisa muncul tapi semuanya lagi bete sama Lisa. Vita bilang, kita harus bisa memaafkan Lisa. Fathir kagum sama Vita, biarpun Vita cewek manja tapi Vita itu punya hati yang lapang. Vita kembali meramaikan suasana dengan menyuruh Fathir dan Marco menari seperti cheerleaders. Vita pun menggerak-gerakkan lengan Fathir, dan Angel terlihat cemburu.
Beberapa saat kemudian, ponsel Lisa berdering. Vita memanggil Lisa tapi Lisa gak juga datang. Akhirnya Vita memutuskan sambungannya, eh, malah ada foto-foto Ajeng sama Yudha lagi main layangan. Vita heran bukan main. Dan ketika itu Lisa datang…


ARTI SAHABAT BUKAN SINETRON BIASA



Arti Sahabat merupakan sebuah sinetron yang diproduksi oleh Rapi Films dan ditayangkan saluran stasiun televisi swasta Indonesia Indosiar dan pertama tayang sejak tanggal 7 Juni 2010 sampai 18 Agustus 2011, banyak mengukir kenangan,penghargaan,dll yang tidak bisa dilupakan.Arti Sahabat 346 eps slama 1 tahun brhasil mndpatkan piala ajang FFB, dngan bnyak kategori salah satunya SINETRON REMAJA TERPUJI  \(^o^)/ Sinetron ini memiliki nama fans yang disebut ASLovers. ASLovers dibentuk karena kecintaan para pemirsa yang menyaksikan sinetron ARTI SAHABAT (AS) kepada karya dan alur cerita yang sangat melekat sekali dengan kehidupan para remaja. Dengan berakhirnya sinetron ini pada tgl 18 Agustus 2011 lalu, bukan berarti para ASLovers beralih ke sinetron lain, malah ASLovers makin membludak,kompak,dan merindukan  Arti Sahabat . :') ASLovers itu luar biasa walaupun AS udah tamat tapi tetap memegang janji persahabatan kita..tanpa kalian ArtiSahabat cuma sekedar tontonan biasa ♥ SAHABAT SELAMANYA.Saat ada sinetron Arti Sahabat, ASL dapat saling berkenalan satu sama lain sesama ASL, yang tadinya tidak saling mengenal, menjadi saling berkenalan, saling bertukar pikiran, bercerita, bersilaturahmi, bercanda, bersenda gurau dan bersahabat.Pokoknya walaupun biarpun Arti Sahabat sudah selesai, kita tetap bersahabat... SAHABAT SELAMANYA !!!

Kamis, 21 Juni 2012

 Love Quotes from ARTI SAHABAT  



• "Satu satunya kebodohan gue adalah terlalu lama bilang sama elo,kalo gue sayang elo," Yudha
• "Gue cuma pengen lihat senyum lo yang dulu,Yudha..senyum yang selalu bikin tiap detik dalam hidup gue adalah detik yang terindah," Ajeng
• "Meskipun bintang itu nggak terjangkau..tapi rasanya deket dan indah banget.Sayangnya nggak akan pernah bisa digapai.Sama kayak cinta." Angel dan Mike
• "Aku memang miskin.Tapi aku ngerasa jadi cowok paling kaya karena aku punya kamu.Kamu...adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan kasih buat aku," Fathir
• "Cewek emang ribet.Dideketin ngejauh,tapi dijauhin mau sok ngedeket.Kayak angkot aja jauh deket," Cukem




 "Sahabat akan menggenggam tangan lo di saat lo ga bisa menggenggam," Vita
• "Sahabat sejati itu gk akn mungkin hilang krn waktu, jarak dan kematian," Fathir


 "Sahabat itu ga akan pernah ngebiarin sahabatnya sendirian," Angel 
• "Persahabatan adalah suatu ikatan yg sangat kuat dan gak akan pernah terputus oleh apapun jg," Yudha
• "Sahabat itu akan selalu ada saat suka dan duka," Aldo
 "Sahabat jg menjadi mata, tangan, kaki dan jg nafas loe," Karina 
 "Sahabat akan selalu menuntun loe saat loe gak bisa melangkah lagi," Bryan



• "Di dunia ini nggak ada yang abadi,semuanya pasti pergi,loe pikir tawa dan tangis,senyum dan sedih kita terbangun cuma dalam 1 malam.Itu semua nggak akan pudar,semua cuma ada perpisahan karena ARTI SAHABAT adalah kekal selamanya," Ajeng