Jarum weker di meja belajar Ashilla sudah
menunjukkan pukul enam pagi. Namun, gadis remaja berambut panjang itu tetap
asyik meringkuk di balik selimutnya yang hangat. Padahal, hari ini adalah hari
pertama Shilla kembali masuk sekolah, setelah dia pindah dari Bandung. Hari ini
Shilla tak punya semangat untuk pergi ke sekolah barunya itu. Mamanya sudah
bolak-balik membangunkannya, namun Shilla tidak menghiraukannya. “
Shillaaaaaaa, ayo bangun.Sudah semakin siang tuh. Nanti kamu terlambat ke
sekolah,” kata mama untuk sekian kalinya. “Enggak mau, Shilla enggak mau bangun
sebelum mama dan papa mengabulkan permintaan Shilla.” Mama menarik napas berat,
kepalanya menggeleng-geleng pelan, lalu meninggalkan Shilla.Tak lama kemudian,
mama kembali bersama papa yang sudah rapi dengan pakaian kantornya. “Shilla,
apa yang kamu minta? Sehingga Shilla mau
pergi ke sekolah,” kata papa lembut. “Shilla mau balik ke Bandung aja, Pa.
Shilla gak mau sekolah disini, Shilla gak mau tinggal di Bali,” Papa dan mama
tercenung mendengar kata-kata Shilla. “Shilla, kamu harus mau berangkat
sekolah. Disana kamu pasti juga akan menemukan cinta sejati kamu di sekolah
baru. Anak papa ini kan udah ABG, pasti merasakan dong jatuh cinta sama cowok,”
ujar papa meledek sambil membelai-belai rambut Shilla. “Iya deh iya Shilla mau
berangkat sekolah.Tapi mama dan papa harus janji sama Shilla.Nanti kalau
liburan tiba, kita liburannya di Bandung. Shilla gak mau liburan kemana-mana
selain liburan di Bandung,” kata Shilla. “Iya Shilla, mama dan papa janji sama
kamu,”
Setelah selesai mandi dan sarapan Shilla pun
berangkat sekolah dengan diantar oleh papanya. “Anak-anak, kita punya teman
baru,” kata Bu Risa saat memasuki kelas pagi itu. Ia menggandeng seorang anak
perempuan cantik.Rambutnya panjang dan lurus. Spontan anak-anak kelas X yang
tadinya rebut bukan main, menjadi diam. Mereka kembali duduk di bangkunya
masing-masing. “Suitttt…Suitttt….” Komentar Reza. “Wah…cantik !” komentar
beberapa anak lain. “Sudah punya pacar belum, yaaa ?!” celetuk Raka yang paling
jago main basket di SMA 1 Bali. Teman-temannya tertawa. “Kenalan dulu yaa,
bu?!,” pinta Dicky. Namanya Ashilla, biasa dipanggil Shilla. Dan Shilla
pindahan dari Bandung. Sekarang kita lanjutkan saja pelajarannya. Nah, Shilla
sekarang kamu boleh duduk di sebelah Anisa,” ujar Bu Risa. Shilla berjalan
kebangkunya. Saat istirahat, Shilla dikerebuti teman-temannya. “Disini kamu
tinggal dengan siapa ? “ Tanya Dicky ingin tau “Dengan mama,papa, dan 1
adikku,” jawab Shilla pendek. “Kalau boleh tau kamu sudah punya pacar belum,
yaa?” Tanya Reza penasaran “Rahasiaaaaa,” jawab Shilla. Oh iya perlu diketahui
kalau sehari semanjak Shilla dating di sekolah itu, semua siswa
mengelok-elokkan kecantikkannya. Bahkan kabarnya Shilla mirip dengan Yoona,
salah satu personil SNSD. “Bismaaaa….,” teriak Reza sembari mengejar Bisma yang
berjalan jauh di depannya. “Ada apa, Rez?” kata Bisma. “ Elo udah ketemu sama
siswa baru di kelas gue yang heboh di gosipin sama temen-temen belum?” “Belum,”
jawab Bisma datar. “Dia cantik bangeeet lhoo, gue kayaknya jatuh cinta sama
dia,” kata Reza. “Iya udah, kalau elo emang jatuh cinta sama dia nyatin dong
perasaan elo ke dia,” usul Bisma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar